Pertanyaan umum tentang ISNA biasanya mencakup kesalahan rumus, pengisian parameter, arti hasil, dan perilaku rumus bertingkat. FAQ ini memuat 4 pertanyaan umum dan glosarium.
FAQ
Apa yang harus saya lakukan jika ISNA menampilkan kesalahan setelah saya memasukkannya?
- Periksa apakah rumus diawali dengan
=. - Pastikan tanda kurung dipasangkan dengan benar dan parameter berada pada posisi yang tepat.
- Pastikan Anda memasukkan referensi sel, konstanta, atau hasil rumus yang valid.
- Jika muncul petunjuk sintaks, masukkan kembali rumus sesuai petunjuk tersebut lalu tekan Enter lagi.
Bagaimana cara melihat deskripsi fungsi ISNA?
- Pilih sel mana saja.
- Masukkan
=ISNA(di bilah rumus. - Tinjau petunjuk sintaks dan panduan parameter yang muncul.
- Lengkapi parameter lalu uji hasilnya.
Apa arti TRUE dan FALSE dalam ISNA?
- ISNA mengembalikan TRUE ketika nilai yang diuji adalah kesalahan
#N/A. - ISNA mengembalikan FALSE ketika nilai yang diuji bukan kesalahan
#N/A. - Jika Anda menginginkan hasil yang lebih mudah dibaca, gabungkan ISNA dengan IF.
Mengapa rumus ISNA bertingkat saya tidak mengembalikan hasil yang diharapkan?
- Uji bagian ISNA terlebih dahulu secara terpisah di sel lain.
- Lalu periksa apakah IF luar atau fungsi lainnya menggunakan cabang logika yang benar.
- Pastikan sel yang dirujuk tidak keliru dimasukkan sebagai teks dan rentang referensinya sudah benar.
- Setelah data berubah, periksa apakah hasilnya diperbarui sesuai harapan.
Glosarium
| Istilah | Definisi |
|---|---|
| ISNA | Fungsi yang memeriksa apakah suatu nilai merupakan kesalahan #N/A dan mengembalikan TRUE atau FALSE. |
#N/A | Jenis kesalahan yang menunjukkan bahwa suatu nilai tidak tersedia atau tidak ditemukan, sering kali setelah pencarian. |
| Rumus bertingkat | Struktur rumus yang menggunakan satu fungsi di dalam fungsi lain untuk menangani logika atau perhitungan yang lebih kompleks. |
| Referensi antarlembar | Referensi yang menggunakan sel dari lembar kerja lain dalam rumus saat ini. |